Resepsi : 11 Mei 2014

Monic & Dawami

Special Invite To :

Love Story

Perjalanan kisah cinta antara aku dan dia


Berawal dari Indahnya pandangan pertama yang membuat denyut jantung berdetak-detak. Saat kulihat dia berbeda dari yang lainnya. Tatapan matanya yang begitu tajam hingga membuatku tersenyum ditambah lagi dengan anggunnya akhlak Islaminya yang senantiasa santun kepada setiap orang. Hari-hariku dihantui oleh perasaan suka kepadanya.Yah, "Fall in love"itulah yang kurasakan saat itu. Ingin kunyatakan cinta, tapi tidak tahu kenapa bibir ini terasa enggan untuk mengungkapkannya. Akhirnya pada hari yang indah itu, kuberanikan diri untuk mendekatinya. karena takut mengungkapkan secara langsung maka kucuba tuk mengungkapkan lewat yahoo messenger. Setelah itu, kumenanti jawaban langsung darinya yang membuat denyut jantung bergemuruh, dan langsung kumelihat layar monitor " Iya aku juga mencintaimu saat pandangan pertama". Perasaanku gemetar, antara senang dan bingung. Selanjutnya, kami jalani kisah cinta ini dengan suka duka, senang dirasa bersama dan pahitpun dirasa bersama. adakala datang perasaan gembira dan adakala muncul perasaan amarah. Tapi semuanya itu kami lalui dengan saling mengalah dan mengingatkan. 

Tak terasa hari demi hari, dan tahunpun berganti tahun kamipun sudah sangat meranjak dewasa. Sudah sepatutnya jika perasaan cinta terasa semakin mendalam. Akhirnya, akupun memberanikan diri untuk melamarnya. Dengan tekad yang bulat kuniatkan untuk datang kerumah orang tuanya. Walaupun sejujurnya, perasaan takut dan grogi masih membayangi. Akhirnya, terbanglah aku dari kota Jakarta ke Pontianak terus melaju ke sintang pada pukul 19.00 dengan bis DAMRI ditemani oleh gerimis hujan yang seakan tetap memberi semangat padaku semalaman. Serasa diri ini masih tidak percaya sedang berada dikalimantan barat. kumelihat kiri kanan banyak sekali gereja dan sedikitnya masjid. Menjelang Sholat subuh tibalah diterminal Sintang. Setelah sampai di sintang kamipun istrihat satu hari di sebuahpenginapan. Pada esok harinya, kamipun masih menikmati indahnya Sintang. Pada siang hari setelah sholat zuhur kamipun dijemut oleh Bapak Camer dengan sepeda motor. Tak terasa perjalanan kurang lebih 3 jam kami tempuh sambil merasakan debu dan licinnya tanah liat ketika sesaat hujan datang karena tanahnya masih belum diaspal. Tapi, walaupun begitu panjangnya perjalanan yang kutempuh untuk bertemu orang tuanya seakan masih tetap memberikanku semangat sebagai bukti pengorbanan cintaku. 

Ketika bertemu orang tuanya akupun memberanikan diri tuk mengungkapkan niat suciku. Dan maha suci Allah, ternyata niatku tersebut disambut dengan baik oleh keluarganya. Akhirnya kami menentukan tanggal dan waktu yang tepat untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih baik lagi. (24/3/14, 00:52:00 AM).

Loading... please wait ..

Leave Comments

--Monic & Dawami--

desktop