Resepsi : 12 September 2014

Rahman & Fahria

Special Invite To :

Love Story

Sejarah Rahman Fahria

Rahman dan Fahria dilahirkan di kota yang berbeda.

Rahman berasal dari Kota Garut. Sedangkan Fahria dari Kota Jakarta. Selama 12 tahun mereka ditakdirkan hidup di kota yang berbeda.

Lantas 12 tahun kemudian selama 6 tahun mereka hidup di kota yang sama yaitu kota Garut.

Pertama kali mereka bertemu di tempat Bimbingan Belajar bernama Nurul Fikri di Kota Garut. Saat itu mereka berdua sedang duduk di kelas 3 SMA (3 Alliyah), Rahman berasal dari SMA 1 Garut (red: SMA Tarogong Kidul) sedangkan Fahria ternyata seorang santriwati Pondok Pesantren Darul Arqam. Meskipun mereka satu tempat bimbel, tapi mereka tidak saling kenal lagsung lho. Berawal dari Rahman yang memberanikan diri meminta no handphone Fahria ke bagian administrasi bimbel. Sejak saat itulah terjalin komunikasi diantara mereka.

Setelah Fahria wisuda kelulusan SMA, dia melanjutkan bimbelnya di NF cabang Jakarta. Mulai saat itu Rahman dan Fahria kembali berpisah.

Rahman melanjutkan pendidikan  S1nya di ITB (Bandung) mengambil Fisika , sedangkan Fahria di Universitas YARSI (Jakarta) mengambil Pendidikan Kedokteran. Kesibukan kuliah membuat komunikasi mereka semakin berkurang, dan tinggal di kota yang berbeda juga membuat mereka jarang bertemu.

Setelah menginjak tahun terakhir pendidikan, komunikasi mereka kembali lancar. Rahman akhirnya menyatakan isi hatinya pada Fahria. Fahria yang juga telah lama menaruh hati pada Rahman jelas tidak menolak. Tetapi karena suku mereka berbeda, alias Rahman berasal dari Suku Sunda sedangkan Fahria dari Suku Bugis, membuat orang tua Fahria belom memberi restu hubungan mereka. Hingga akhirnya setelah keduanya wisuda, Fahria  memberanikan diri mengajak Rahman ke rumahnya untuk pertama kalinya berkenalan langsung dengan orang tua Fahria. Fahria yakin bahwa tuhan menciptakan kita bersuku-suku bukan untuk saling membeda-bedakan tapi sebaliknya untuk saling mengenal.

Entah mukjizat apa yang tuhan turunkan pada hari itu..14 April 2014, pertama kali Rahman berkenalan langsung dengan orang tua Fahria dan orang tua Fahria bersikap sangat welcome tanpa mempermasalahkan suku yang sebelumnya sempat menjadi perdebatan. Tepat seminggu setelah kunjungan tersebut, ayah Fahria meminta Rahman untuk menghadap beliau. 22 April 2014, ayah Fahria langsung menanyakan kepada Rahman "Apakah anda serius dengan anak saya?" dan Fahria pun mendapat pertanyaan yang sama "Apakah Fahria serius dengan Rahman?", mereka berdua pun kompak menjawab "SERIUS". Ayah Fahria kembali bertanya pada Rahman "Apakah tidak ada wanita lain selain anak saya?" dan pada Fahria "Apakah Fahria yakin tidak ada laki-laki lain selain Rahman?", mereka pun menjawab "TIDAK". Sebulan setelah itu..9 juni 2014 Rahman beserta orang tuanya bersilaturahmi dengan orang tua Fahria, dua minggu kemudian, tepatnya 22 Juni 2014 Keluarga besar Rahman kembali berkunjung ke Keluarga Besar Fahria berniat untuk melamar Fahria. Alhamdulillah...keluarga besar Fahria menerima lamaran dari keluarga besar Rahman. Dan Insya Allah Jumat, 12 September 2014 bertempat di Masjid Raya Pondok Indah..kedua insan ini, Rahman dan Fahria, akan mengikrarkan janji pernikahannya.

Tuhan menciptakan setiap hambanya berpasang-pasangan, mengenai siapa jodohnya dan kapan pernikahannya itulah rahasia Allah.

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" {Ar-Rum : 21}

 

Loading... please wait ..

Leave Comments

--Rahman & Fahria--

desktop